Selasa, 08 Juni 2010

“ Mama’ n bapa’, Doa & Pengorbanan kalian adalah Kemudahanku “


Waktu itu, dipertengahan tahun 2007, tak terasa aku dapat menyelesaikan program S1ku di Solo, Alhamdulillah ….. Wuuiiiiiiiiiiiiiiiiihhh, senangnya tak terkira karena bisa pulang kejakarta bertemu dengan keluarga terutama tidak sabar untuk berkumpul dengan mama dan bapak. Di Solo aku tinggal ngekos bareng teman sejurusan di kampus, jumlah kami bertiga dan kami semua dari jakarta. Saat di wisuda, kukira orangtuaku tidak bisa datang, subhanalloh mereka datang, meskipun bersusah payah.

Mereka tiba dengan kereta ekonomi pada 1 hari sebelum aku diwisuda. Melihat mama dengan postur yang gemuk, terlihat letih dengan membawa beberapa tentengan barang yang isinya beberapa baju ganti dan makanan kecil. Meskipun mereka lelah, tetap saja terlihat senyuman yang ikhlas dari mereka. “Ya Robb, aku sayang mereka”. Esok pagi2 sekali kami harus siap-siap dan pasti ribet banget. Yah tau sendirilah…namanya juga wanita. Ternyata memang ribet, ribet pake kain songket yang boleh pinjem dari kaka. Itu aja mama yang bantuin pakai kainnya, karena tidak ada ikat pinggang, jadi pake peniti deh..di sana-sini.

Ada lagi ribetnya, aku dan temanku sepakat untuk memanggil tukang make up wajah, alasannya adalah ini hari istimewa jadi harus rapih, sebenarnya aku ga setuju, karena tidak terbiasa menggunakan make up. Tapi, karena dah sepakat, akhirnya jadi juga di make up, tapi tukang make up nya datangnya terlambat, dan yang harus di rias banyak. MasyaAllloh...hari itu ribet banget. Setelah liat hasil make up di kaca, Innalillahi..., ternyata yang aku liat di cermin seperti bukan diri ku tapi lebih mengerikan lagi yaitu seperti badut (hi…hi…), ya…aku ngerasa make upnya menor sekali, akhirnya tanpa sepengetahuan tukang riasnya kuhapus beberapa make up yang sangat terlihat medok. Tapi Alhamdulillah meskipun ribet selesai juga, dan Alhamdulillah lagi salah satu dari temen kosanku keluarganya ada yang membawa mobil, meskipun gempet-gempetan dengan menggunakan jurus jitu yaitu “Duduk Sistem MAJU MUNDUR” (hi..hi..hi).

Pokoknya hari itu sangat banyak bantuan Alloh SWT, “eiiiits” maksudnya hari-hari lain bantuan Allohpun ada. Mama dan bapak di solo hanya dua hari, karena kami sudah harus pulang ke jakarta. Malam harinya kami membereskan semua barang yang akan dibawa pulang ke jakarta. Tadinya barang-barang itu tidak sebanyak yang kukira, eh ternyata luar biasa banyak, yah.. baju, bantal, selimut, buku-buku dari mulai yang tipis sampe yang yang lumayan tebal. Alhamdulillah sudah ada yang di paketkan ke jakarta, buku-buku yang tidak ada kaitannya dengan skripsi. Yang tersisa hanya kasur dan lemari, (ya iyalah..ga dibawa, secara itu semua milik dari yang punya rumah ^_^).

Aktifitas membereskan barang tidak hanya ada di kamarku, temanku yang lain pun sedang repot membereskan barang-barangnya. Lumayan melelahkan, karena sampai besokpun masih ada yang harus dibereskan. Esok harinya setelah semuanya beres kami berpamitan kepada pemilik kosan dan beberapa tetangga, sebelumnya aku dan orang tuaku berencana mengangkut barang ke stasiun kereta api solo balapan menggunakan taksi, Alhamdulillah Pertolongan Alloh datang lagi, teman sekampus yang belum pulang ke kampung halamannya menawarkan untuk mengantarkan sampai ke stasiun dengan mobil pribadinya, Subhanalloh…Di kereta api ekonomi, suasananya khas, dari mulai orang-orangnya, tempat duduknya, lantainya, sampai WCnya yang harum semerbak menusuk hidung sampai-sampai pusing dan “eneg” jika melewatinya.

Kata bapa’, kalo naik kereta ekonomi, harus siap-siap dengan uang receh yang banyak, karena banyak pengamen. Mereka lalu lalang untuk menyajikan karya seni suaranya yang sangat alami, tidak dibuat-buat. Tipe mereka banyak, ada yang terlihat sedih, meyakinkan, menghayati, kalem sampai yang sangarpun ada. Dan ada berebrapa orang peminta-minta, yang sengaja memperlihatkan beberapa bagian tubuhnya yang cacat. Subhanalloh..segitu banyaknya orang yang berkumpul menjadi satu di beberapa gerbong kereta menuju jakarta, dalam benak hati dan pikiran mereka terdapat tujuan yang berbeda-beda dengan sikap dan aktifitas yang beragam pula.

Kereta terus melaju, hanya di beberapa stasiun berhenti. Orang tuaku megingatkan untuk memberi kabar melalui SMS kepada keluarga di jakarta, kalo besok pagi kami sampai sekitar jam 5 pagi di stasiun jatinegara. Karena dari penumpang yang lain, hanya kami yang terlihat membawa barang banyak, salah satu penumpang yang sejak awal kami duduk memperhatikan kami, mengawali pembicaraannya dengan menanyakan “banyak banget bawaannya, nanti ada yang jemput pa?”, dengan ringan bapa’ menjawab bahwa tidak ada yang jemput. Dari pertanyaan itu, mengalirlah pembicaraan yang rasa ingin tahu diantara mereka dengan melemparkan pertanyaan dan jawaban dengan nada yang saling menghargai satu sama lain. Awalnya aku menyimak pembicaraan mereka, lama kelamaan seperti ada benda yang sangat berat dimataku, sehingga tidak kuat lagi untuk mengangkatnya pada akhirnya akupun tertidur pulas. Mungkin tertidur pulas tidak hanya karena ngantuk, tapi ditambah dengan bunyi khas dari kereta api serta goyangan kereta. Jadi inget bayi yang mau tidur, harus digoyang-goyang dulu bahkan di tambah dengan nyanyian. Tapi beneran mirip bayi, bedanya kalo bayi dinyanyiin, kalo aku dengar suara khas kereta ditambah suara orangtuaku yang sedang berbincang-bincang dengan penumpang lain, seperti di dongengin. Hi..hi..hi.. ^_^.

Sekitar jam 4, kaka menelfon ke Hpku, dan memberi kabar bahwa mereka akan menjemput kami di stasiun jatinegara. Yang senangnya lagi, kami dipinjami mobil pribadi dari saudara kaka iparku, karena mereka tau bahwa kami banyak membawa barang. Alhamdulillah, langsungku sampaikan ke mama dan bapa’ berita itu, merekapun berucap syukur. Dengan semangat dan terlihat akrab, bapa’ memberitahu ke penumpang yang sejak tadi berbincang bahwa kami ada yang menjemput.

Sudah 1 setengah jam berlalu, tinggal beberapa stasiun lagi kami sampai di stasiun jatinegara. Pagi itu sambil ngemil kue dan berbincang Tak terasa, sekitar jam setengah 7 pagi tibalah kami di stasiun jatinegara. Semua barang harus dikeluarkan, dan ternyata penumpang yang senang berbincang dengan ortuku membantu kami untuk mengankut barang-barang kami keluar. Subhanalloh, begitu banyak pertolongan Alloh SWT.

***

3 bulan telah berlalu, semenjak aku lulus aktifitasku hanya di rumah, di warung dan di beberapa kegiatan sosial di salah satu partai dakwah. Beberapa surat lamaran sudah ku sebar di beberapa Rumah sakit yang membutuhkan jurusanku, akan tetapi saat itu belum juga dapat kabar. Orangtuaku pun tidak banyak menuntut supaya aku cepat mendapatkan pekerjaan, meskipun saat itu kondisi ekonomi keluarga kami sangat-sangat minim serta banyaknya orang dipasar (tetangga warung) yang membicarakan aku, “jauh-jauh kuliah, mahal-mahal kuliah, eh...balik lagi bantuin orang tuanya diwarung” dengan nada yang sdeikit mengejek. Aku tidak peduli, setiap hari aku berusaha semampuku membantu ibu, meskipun aku belum bisa memberikan uang kepada mereka setiap bulannya.Jujur setiap kali aku ada aktifitas diluar, entah itu kegiatan sosial atau ta’lim tiap pekan yang membutuhkan biaya, Aku sangat malu meminta uang yang hanya sekedar ongkos. Aku bertekad untuk terus ikhtiar mencari pekerjaan, melalui SMS ke beberapa teman, kaka kelas dan dosenpun aku lakukan. Sebulan kemudian, aku mendapatkan SMS dari dosen yang mengabari bahwa ada lowongan pekerjaan di koran Republika edisi jum’at. Saat itu aku masih berfikir yah nanti dululah, mungkin lowongan itu masih sama dari beberpa koran yang sudah pernah aku baca.

Hari ahad, kebetulan ada acara tasqif (staqofah Islamiyah) di salah satu rumah seorang kawan yang lumayan megah. Setelah selesai acara, sambil menunggu teman yang pulang bareng, ku duduk diteras depan. Disamping tempat dudukku ada koran Republika, jadi teringat dengan SMS dosenku itu. Kulihat edisinya ternyata edisi hari ahad, saat itu aku langsung menkonfirmasi ke teman yang punya rumah itu dan menanyakan apakah berlangganan koran tersebut atau tidak. Dan Alhamdulillah berlangganan, akan tetapi sedang di pinjam orang. Temankupun heran, mengapa korannya jadi laris banyak yang meminjam. Dia bilang, nanti akan dikabari kalo udah balik korannya. Setelah dari acara itu, aku pergi lagi kewarung melanjutkan jaga warung bersama ibu dan kakaku.

Sekitar jam 5 sore, temanku mengSMS bahwa korannya sudah ada padanya, aku membalas SMS bahwa nanti korannya kuambil setelah warung tutup. Tapi temanku menolak, karena ia mau pergi. Setelah ba’da maghrib temanku mengantarkan koran itu dengan menggunakan sepeda. Aku, ibu dan kakakku mengucapkan terimakasih kepada kawanku tadi sudah mau bersusah payah hanya untuk mengantarkan koran edisi hari jumat. Koran sengaja aku buka, setelah sampai rumah supaya tenang melihatnya. Tak sabar ingin melihat info lowongan, sesampainya di rumah langsung koran itu kubuka dan kubaca lembar demi lembar dengan teliti. MasyaAlloh…ternyata lowongan itu ada lambang khusus yaitu burung garuda, dan ternyata lowongan untuk penerimaan CPNS di jakarta.


Di tangga penyebrangan bapa lari-lari untuk mengejar waktu, sesampainya di kantor pos, ternyata petugas baru mengganti tulisan papan namanya dengan tulisan ISTIRAHAT. Bapa’ tidak menyerah, beliau memohon kepada petugas pos untuk mau mengeposkan surat lamaranku, dan beliau menjelaskan bahwa ini hari terakhir cap stempel pos. Bapa’ terus memohon dan Ia teringat mama sendirian di sebrang sana menunggui motor. Alhamdulillah petugas itu bersedia memproses surat lamaranku yang akan di kirimkan ke alamat yang di tuju. Hari itu sangat terik, panas dan berdebu.

Subhanalloh mereka berdua telah banyak sekali berorban untukku dan saudaraku yang lain. Berkat doa mereka dan pengorbanan mereka yang tulus, aku dapat panggilan tes CPNS di lokasi salah satu Peguruan Tinggi Negeri Ternama di Depok. Sebelum Tes aku belajar sambil nungguin warung, belajar sama kakak dan terus latihan. Hari H aku tes, diantar bapak naik motor ke depok setelah sholat subuh, masih rada gelap. Meskipun aku sudah belajar, karena tegang menghadapai tes perdanaku, sepanjang jalan kubuka lagi kumpulan soal-soal CPNS tahun2 sebelumnya yang kudapat dari kaka. Di perjalanan ada masalah, kami di tilang. Karena seharusnya bapa’ tidak melewati jalan itu yang di buka nanti jam 10 pagi. Saat itu aku tegang sekali dan berfikir tidak jadi ikut tes. Bapa’ diminta untuk mengeluarkan surat-surat kelayakan berkendaraan. Alhamdulillah lengkap, dengan gugup aku menjelaskan ke pa polisi bahwa aku ingin mengikuti tes CPNS di Depok pagi ini dan memohon untuk tidak di tilang. Bapa’ tidak berbicara apa-apa, aku di tanya pa polisi ”siapa ini?” sambil menunjuk kearah bapak, ku sahut “bapak saya pa”, danpa polisi pun melepaskan kami sambil menasehati kami, agar tidak melalui jalan tersebut. Alhamdulillah ya Robb, akhirnya aku bisa ikut tes.

MasyaAlloh yang hadir banyak sekali, sekitar 800 orang lebih tumplek jadi satu di ruangan megah itu. Bapa’ menuggu aku di luar. Selesai tes kepala dan leherku sakit sekali, pusing. Bapa’ langsung memberikan banyak pertanyaan yang tidak sabar untuk segera aku jawab,”gimana tesnya?, di isi semua ga? Kira-kira berapa persen kamu yakin?”, saat itu aku hanya menjawab “yuk, kita pulang pa, kepalaku sakit sekali”.

Tes selesai, aktifitaspun kembali seperti hari-hari biasanya. Lebih dominan bantu ibu di warung. Kalo tidak salah sudah seminggu lebih tidak ada kabar apa-apa. Saat itu hari kamis, pas aku shaum sunnah, sedang duduk di warung dapet telfon dari kaka bahwa hari sabtu aku harus ikut tes terakhir yaitu wanwancara dan Bahasa inggris. Kakak dapat info aku lulus tahap 1 dari internet. Alhamdulillah Ya Alloh aku lulus tes pertama.

Jum’atnya aku nginep tempat kakaku untuk belajar sama dia bagaimana mengahadapi tes wawancara yang baik, karena kakaku beberapakali sering ikut ujian CPNS yang lulus melulu di tahap 1 dan harus gagal di tes wawancara. Tapi meskipun dia gagal di wawancara, setidaknya beliau tahu situasi tes wawancara yang pernah diikutinya. Hari sabtu tiba, tespun berlangsung. Semua tes sudah dilaksanakan, aku dan bapa’ pulang, dan hari-haripun diisi dengan aktifitas rutin di warung dll. Berada dipasar bertemu orang banyak yang berbeda-beda karakter, bisa berinteraksi dengan mereka. Hal itu mengisi hari-hariku, sampai aku mendapatkan kabar dari seseorang yang belum aku kenal.

Saat itu aku pulang dari warung di bonceng sepeda motor sama kakaku dengan membawa kardus yang lumayan gede, di perjalanan Hpku bergetar, karena posisiku sulit, telp tidak ku angkat. Sampai di rumah kutaruh barang, mama mengabarkan bahwa tadi ada yang telfon cari diriku dengan menyebutkan nama lengkapku, terasa aneh memang, masa kalo temen, manggilnya lengkap banget. Mama tidak tanya dari siapa, pesannya apa. Aku maklum, karena mama bisanya seperti itu.

Ga lama kemudian sekitas 5menitan Hpku bunyi lagi. Karena di rumah ramai, aku cari tempat yang agak tenang. Ternyata mb itu, menanyakan apa betul saya yang melamar CPNS, aku bilang betul, dan dia memberi kabar bahwa aku lulus tes akhir, info lebih lanjut di umumkan di interne besok pagi, ALHAMDULILLAH YA ROBB, tanganku gemeter dan aku tak henti-hentinya berucap syukur. Orang rumah kaget, setelah kututup telponnya, ku beritahu mereka sangat-sangat gembira sekali mendengar kabar kelulusanku. Langsung ku telepon kakaku, dia senang tapi masih belum yakin kalo tidak ada bukti. Ku bilang pengumuman di internet besok, berarti mulai jam 00.00 wib udah ada, aku ga bisa tidur, karena nunggu berita dari kakaku yang sedang ke warnet bersama istrinya demi melihat langsung namaku yang tercantum. Sekitar jam 00.05, telp rumah berdering, dan kakaku berteriak senang “kamu lulus de”, Alhamdulillah ya Robb. Sekilas kebelakang aku teringat, akan pengorbanan orangtuaku mengantarkan ke kantorpos, mengantarkan aku tes sampai kena tilang, dan banyak lagi pengorbanan mereka. Yang jelaz ini semua karena doa mereka yang tulus di panjatkan kepada Alloh SWT. Terimakasih banyak orang tuaku tercinta, ku selalu berdoa semoga Alloh SWT selalu meridhoi hidup didunia dan di akhirat, Amin yaRobb.

Banyak sekali pertolongan Alloh SWT yang datang, dari dosenku mengabarkan info, temanku meminjamkan korannya, abangku yang mengajari tatacara tes wawancara dan masih banyak lagi yang lainnya, oh iya ga lupa juga temanku, tukang pos & pa polisi yang berbaik hati. Semoga hidup kalian semua di berkahi Alloh SWT, Amin Ya Robb.

Selasa, 01 Juni 2010

Do'a untuk Kedua Orangtua kita...



Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya, atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan atau kesusahan yang mereka
deritakan kerana aku, atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
jadikanlah itu semua penyebab rontotnya dosa-dosa mereka dan bertambahnya
pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah, hanya Engkaulah yang
berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku, Izinkanlah mereka memberi
syafa'at untukku. Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku memberi
syafa'at untuk mereka, sehingga kami semua berkumpul bersama dengan
santunan-Mu di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu,ampunan-Mu serta
rahmat-Mu

Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung, serta anugerah yang
tak berakhir dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Amin Ya Rabbul Alamin..

Marilah kita kenangkan dosa kita kepada orang tua kita. Siapa tahu hidup
kita dirundung nestapa kerana kedurhakaan kita. Kerana kita menghisap
darahnya, tenaganya, airmatanya, keringatnya.

Istighfarlah,Istighfarlah
Barangsiapa yang matanya pernah sinis melihat orang tuanya. Atau
kata-katanya sering mengguris hatinya, atau yang jarang memperdulikan dan
mendoakannya.
Percayalah bahawa anak yang derhaka siksanya didahulukan
didunia ini.



Sumber : akh..mujahid

Israel Bantai 19 Relawan

Sumber: Metro news
Israel Bantai 19 Relawan
Serang Kapal Bantuan bagi Warga Jalur Gaza

GAGALKAN MISI KEMANUSIAAN. Helikopter dan sebuah kapal komando milik Israel mencegat kapal Mavi Marmara yang tengah berlayar menuju Gaza, Palestina, Senin 31 Mei. (FOTO URIEL SINAI/AFP)
JERUSALEM -- Israel menuai protes dan kecaman dari seluruh dunia. Hal itu terjadi setelah marinir dan pasukan komando TNI-AL negara tersebut menyerbu dan menyerang armada enam kapal yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza, Senin pagi 31 Mei.

Serangan atas rombongan kapal yang tergabung dalam Freedom Fotilla itu terjadi di wilayah perairan internasional dekat Jalur Gaza sebelum subuh. Dalam serangan tersebut, sedikitnya 19 penumpang kapal bantuan tewas dan 36 lainnya luka-luka.

Setelah insiden tersebut, enam kapal asing berikut para penumpang dan isinya dibawa ke Ashdod, kota pelabuhan Israel. Kabarnya, hingga malam tadi, sekitar 700 orang yang menumpang kapal-kapal itu masih diinterogasi militer Israel.

Ada beberapa informasi soal korban jiwa dalam serangan tersebut. Militer Israel menyebutkan bahwa 10 penumpang kapal Mavi Marmara yang berbendera Turki tewas. Tetapi, stasiun televisi Israel, Channel 10 TV, melaporkan bahwa 19 penumpang kapal tewas dan 36 lainnya luka-luka dalam serangan itu.

Sementara itu, IHH, lembaga swadaya masyarakat (LSM) Turki yang tergabung dalam armada bantuan kemanusiaan tersebut, menyatakan, sedikitnya 15 tewas. Sebagian besar korban adalah warga negara Turki.

Penumpang kapal-kapal itu merupakan relawan dan aktivis dari Turki, Eropa, Israel, Palestina, Israel, dan AS. Ada pula anggota parlemen Eropa dan sejumlah tokoh lintas agama.

Pembantaian berdarah tersebut mengakhiri misi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang dikenai blokade dan embargo oleh Israel beberapa tahun ini. Insiden itu juga terjadi sebelum pertemuan bilateral Presiden AS Barack Hussein Obama dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Washington DC.

Reporter stasiun TV Al-Jazeera melaporkan, tentara Israel terus menembaki kapal-kapal bantuan sebelum menyerbu dan menaikinya. Saat kejadian itu, dia menumpang salah satu di antara tiga kapal berbendera Turki yang tergabung dalam rombongan. Dua kapal lainnya berbendera Yunani dan satu lagi berbendera AS.

Tetapi, tentara Israel mengklaim hanya menembak setelah diserang para aktivis dengan tongkat, pisau, dan api. Israel juga telah menyita ''senjata-senjata'' yang digunakan para aktivis tersebut.

"Di atas kapal, kami menemukan sejumlah senjata yang siap digunakan dan yang telah dipakai untuk menyerang pasukan kami,'' kata Wakil Menlu Israel Danny Ayalon. ''Tujuan penyelenggara (bantuan) itu adalah melakukan kekerasan. Akibatnya, juga terjadi kekerasan dan membawa korban. Israel menyesalkan jatuhnya korban tewas dan telah berupaya untuk menghindari,'' lanjutnya.

Dari rekaman video milik rombongan kapal, jelas terlihat bahwa tentara Israel memerintahkan armada Freedom Fotilla untuk berhenti. Selanjutnya, tentara Israel menaiki kapal dan terlibat kontak fisik dengan penumpang. Seorang pria penumpang kapal mengayunkan kayu ke arah tentara Israel.

Dalam rekaman yang telah disebarkan ke seluruh jaringan internet itu, pasukan komando Israel yang memakai tutup wajah dan kepala warna hitam turun dari helikopter. Setelah terjadi kontak fisik, beberapa orang terluka dan terbaring di dek kapal.

Televisi Israel juga menayangkan gambar aktivis yang menikam seorang tentara Israel. Anggota pasukan serbu Israel menuturkan, dia diserang dengan logam batangan dan pisau saat turun ke kapal dari helikopter sekitar pukul 04.00 (pukul 08.00 WIB). ''Beberapa aktivis yang berbicara dalam bahasa Arab lantas mencoba untuk menyandera kami,'' katanya.

Israel mengklaim, 10 tentaranya juga terluka dalam bentrok tersebut. Dua di antaranya luka parah. Para korban luka, termasuk penumpang kapal bantuan, dilarikan ke rumah sakit Israel dengan helikopter.

Serangan Israel tersebut menuai reaksi dari seluruh dunia. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut serangan itu sebagai "pembunuhan masal atau pembantaian". Abbas juga mengumumkan masa berkabung tiga hari.

Bersama otoritas Palestina, dia menyerukan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengadakan pertemuan darurat. Seruan pertemuan darurat DK PBB juga dilontarkan PM Lebanon Saad Hariri.

Komunitas Arab menyerukan balasan terhadap serangan Israel. Mereka juga menyuarakan protes dan unjuk rasa di semua negara. Para pemimpin muslim mengutuk serangan itu sebagai ''kejahatan'' dan ''tidak manusiawi''.

Bahkan, sejumlah negara yang dekat dan menjadi sekutu Israel juga bereaksi dengan membekukan hubungan militer. Mereka juga memanggil duta besar Israel di negara mereka untuk menyampaikan nota protes diplomatik. Reaksi itu tidak berlebihan karena para penumpang kapal bantuan berasal dari banyak negara.

Kecam

Sementara itu, pemerintah Indonesia mengecam dan mengutuk Israel yang menyerang misi kemanusiaan Freedom Flotilla di kapal Mavi Marmara yang tengah berlayar menuju Gaza, Palestina. Pemerintah juga akan terus berusaha memastikan nasib warga negara Indonesia yang turut serta dalam misi pelayaran kemanusiaan tersebut.

"Tentu sikap kita terhadap tindakan Israel itu mudah, jelas, dan lugas. Tentu kita mengecam serta mengutuk tindakan Israel menyergap kapal kemanusiaan itu, bahkan di luar perairannya,'' kata Menlu Marty Natalegawa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 31 Mei.

Menurut Marty, Israel telah melakukan kesalahan ganda dengan menyergap kapal misi kemanusiaan tersebut. Selain tak ada dasar untuk menyergap, tindakan blokade yang dilakukan tentara zionis itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

''Pendek kata, sangat jelas hitam putih. Dalam arti kata, Israel telah melanggar hukum internasional, bukan saja tindakan penyergapannya, tapi juga blokadenya. Ada kesalahan pelanggaran hukum multidimensional, baik penyergapannya maupun blokadenya,'' terang Marty.

12 Relawan RI Belum Jelas

Hingga malam tadi, belum ada kejelasan soal nasib 12 relawan Indonesia yang berangkat ke Jalur Gaza, Palestina, dengan menumpang kapal Mavi Marmara. Mereka tergabung dalam tim relawan pembangunan rumah sakit (RS) Indonesia di Gaza. Di antara jumlah itu, lima orang adalah relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).

Chief Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad mengatakan, sebelum kapal relawan diserang tentara Israel, pihaknya menghubungi ketua tim relawan Nur Fitri Moeslim Taher. ''Terakhir, saya mendapat informasi sebelum mereka bersandar,'' katanya saat dihubungi malam tadi.

Menurut Sarbini, informasi tersebut diperolehnya dari Fitri melalui pesan singkat lewat ponsel (SMS). Isinya berupa pemberitahuan bahwa dua jam lagi kapal bersandar di pelabuhan Israel. ''SMS itu dikirim saat mereka masih di tengah laut,'' ujarnya.

Setelah menerima SMS tersebut, kata Sarbini, pihaknya mendapatkan kabar bahwa kapal mereka diserang tentara Israel. Hingga malam tadi, seluruh relawan tidak bisa dihubungi, baik melalui ponsel maupun internet. "Kami sudah coba mengirim pesan, tapi belum ada jawaban," jelasnya.

Salah seorang pendiri MER-C Yogi Prabowo menegaskan, selain ada lima relawan MER-C, dalam kapal tersebut terdapat empat relawan Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) serta tiga relawan dari media cetak Sahabat Al-Aqsa dan Hidayatullah. ''Total relawan Indonesia berjumlah 12 orang,'' ungkapnya.

Dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi itu menambahkan, seluruh relawan asal Indonesia tidak bisa dihubungi. Bahkan, pemerintah Israel dan pemerintah Turki juga belum memberikan informasi yang tepat. ''Masih simpang siur, tapi kami selalu berupaya berkomunikasi dengan mereka,'' tuturnya.

Menurut Yogi, informasi terakhir yang didapatkan MER-C, 19 korban meninggal dunia dan 30 luka-luka dalam penyerangan tersebut. ''Kami dapatkan informasi itu melalui media. Kami belum bisa cek kebenarannya,'' ujarnya.

Meski belum mendapatkan informasi yang jelas, Yogi optimistis bisa meneruskan misi pembangunan rumah sakit Indonesia di Jalur Gaza. ''Misi kami harus terus maju, meski kejahatan terhadap kemanusiaan menghalangi,'' tegasnya.

MER-C memberangkatkan lima relawan untuk menembus Jalur Gaza pada 19 Mei lalu. Mereka adalah Abdillah Onim, Dr Arief Rachman, Nur Ikhwan Abadi, Nur Fitri Moeslim Taher, dan Muhammad Yasin dari TVOne. (jpnn)

KOMENTAR BERITA "Israel Bantai 19 Relawan"

Rabu, 26 Mei 2010

Kangen Banget neeeh....


Rabu, tgl 26 Mei 2010

Bismillah…

Duh…lagi kangen banget neeeh…,

Liat kepolosannya, perjuangannya, kasih sayangnya dan kesederhanaanya dalam mensyukuri hidup…

m…m….m…, jangan su’uzhon dulu ye…, (tenaaaaang-tenaaaang, ga’ mikirin siapa-siapa ko’, hehehe ^_^) indah lagi kangen banget dengan film yang 1 ini. Yang jelaz film ini ga bosenin untuk ditonton dan meskipun udah tau banget alur ceritanya, tetep aja ikutan nangis di adegan-adegan menyentuh hati. Subhanalloh…Film syarat dengan makna.

Pernah nonton film “Children of Heaven”??

Mungkin sebagian dari temen-temen ada yang sudah menontonnya, gimana reaksi teman-teman mengenai film ini?? Keren khan?, terharu?, or pengen ketemu dengan pemainnya (mo’ nyubit & mo’ nyi--- habisnya ngegemesin sih...)? Terutama ali dan zahra...(heheehe, itu sih perasaan ind)

Mungkin ind akan menceritakan kembali film ini untuk temen-temen yang belum sempat nonton or bagi yang sudah nonton bisa mengenang kembali film ini. Koreksi yah...klo ada yang salah...

Diceritakan,

Ada keluarga yang sederhana mereka tinggal di negeri Iran. Mereka terdiri dari sepasang suami istri dan 3 orang anak (anak pertama 1 bernama Ali, anak ke 2 bernama Zahra sedangkan anak ketiga indah ga’ tau namanya. Dan kaya’nya tuh...film tidak menjelaskan karena si anak masih bayi). Nah...Ali dan Zahrah lah peran utama dari film ini.

Ayah mereka bekerja sebagai penyedia air minum di salah satu mesjid dekat rumah mereka. Ibunya di rumah mengurusi anaknya yang masih bayi. Keseharian Ali dan zahrah adalah sekolah dan membantu orang tua mereka. Zahra yang kira-kira berusia 5 or 6 tahunan sudah bekerja mencuci pakaian untuk meringankan pekerjaan dari ibunya. Sedangkan Ali membantu Ayahnya menyiapkan keperluan-keperluan kegiatan yang ada di mesjid. Ayah mereka selalu mengajarkan kepada ali & zahra untuk tidak “mengeluh” dalam menghadapi or menjalani hidup. Yang semua ini akan menguji mereka pada satu titik permasalahan yang hanya di ketahui oleh mereka berdua.

Awalnya mereka hanya menjalankan rutinitas mereka sehari-hari, sampai suatu ketika mereka diamanahkan untuk membeli sayuran (kalo ga’ salah kentang). Saat itu mereka membawa sepatu zahrah yang sudah sedikit rusak (kalo menurut indah udah rusak banget tuh sepatu) di kantong plastik hitam. Mereka tidak tau ada seorang bapak yang membawa gerobak sampah melewati mereka dan mengambil kantong plastik yang disangka plastik sampah ternyata sepatu zahrah.

Indah lupa adegan or sedang membahas apa "pas" Ali & Zahrah tersadar bahwa kantong plastiknya hilang. Ali berusaha mencari-cari kemana kantong itu , ternyata tidak mendapatkan hasil. Tangis dan kekesalan Zahra pada Ali, tak mampu mengembalikan sepatunya yang hilang. Meminta sepatu baru, mustahil dilakukan. Ali tak ingin membebani pikiran ayah dan ibunya dengan kesulitan baru. Maka, hilangnya sepatu Zahra sengaja ditutup-tutupi dan menjadi rahasia mereka berdua. Begitu pun saat harus bergantian sepatu, keduanya tetap bungkam.


Disinilah adegan yang luar biasa, kekompakan mereka, kecepatan mereka sangat di pertaruhkan dalam mengejar waktu untuk pergi kesekolah. Beruntung, karena mereka berlainan waktu masuk sekolahnya (bisa dibayangkan jika mereka sekolah di satu waktu yang sama, mungkin ada yang mengalah dari mereka). Mereka bergantian memakai satu pasang sepatu milik Ali. Ketika sepatunya kehujanan, dengan berlinang air mata, Zahra tetap memakainya. Ali pun jadi kerap kesiangan. Berlari-lari.....terus berlari-lari...., nafas mereka tersengal-sengal, sampai-sampai bunyi derap langkah kaki mereka berlari sangat cepat disusul helaan nafas yang bergantian satu persatu, Lelaaah... (Fhuiiiiiiih....ga kebayang cape’nya mereka berdua, jadi inget dulu waktu SD dan SMP, indah juga seneng banget kalo ada perlombaan lari, hehe...jadi curhat) Lanjot, Satu dua kali Ali bisa menerobos masuk kesekolah. Lama kelamaan ketahuan juga oleh gurunya. Gurunya merasa heran, mengapa akhir-akhir ini Ali kerap kali terlambat masuk sekolah dan tiba dalam keadaan yang sangat lelah, tergesa-gesa dan bercucuran keringat.

Saat diancam oleh sang guru tidak boleh masuk kelas sebelum bisa menjelaskan kenapa selalu kesiangan, Ali tetap bungkam & menahan tangis. Lebih baik makan tanah daripada harus berkeluh kesah, begitu ia selalu dididik ayahnya.



Bagamaina dengan Zahra?? (anak yang sangat manis dan menggemaskan ini)



Zahrah memakai duluan sepatu Ali, karena dia masuk sekolah pada pagi hari. Kalo diliat ketika Zahra memakai sepatu Ali sangat terlihat kebesaran, karena jelaz kaki Ali jauh lebih besar(ya...iyalah...).Ketika Ali bisa sabar, tidak demikian dengan Zahra. Anak sangat manis ini selalu merengek minta sepatunya yang hilang dikembalikan. Zahrah selama sekolah merasa sangat sedih, karena teman-temannya memakai sepatu dengan ukuran yang pas untuk mereka (tidak kebesaran). Sampai suatu ketika Zahrah melihat kesalah satu temannya yang berlainan kelas memakai sepatu yang sangat tidak asing lagi untuk dia. Karena sepatu itu mirip sekali dengan punya Zahra yang hilang, cuma ada perbedaan sedikit yaitu sepatunya yang tadinya robek sudah tidak lagi karena telah dijahit secara sederhana. Zahrah selalu memperhatikan anak itu, dari mulai beristirahat sampai pulang dari sekolah. Pada akhirnya, Zahra pun bercerita dengan kakanya.

Mereka mencari tau & berniat mengambil kembali sepatu itu. Tapi apa yang mereka dapat, ternyata orang yang memakai sepatu itu memiliki keluarga yang lebih sederhana dibanding mereka. Jadi ternyata anak itu mendapatkan sepatu dari ayahnya yang bekerja mengambil barang-barang bekas. (tapi disini indah lupa,siapa diantara ibu or ayah dari anak itu yang buta). Ketika Ali dan Zahra melihat sendiri kehidupan perempuan yang sangat sederhana itu, akhirnya mereka mengurungkan niatnya untuk mengambil kembali sepatu milik Zahra. Subhanalloh.....Ruaaarrr biasa!!!, Kelapangan hati mereka..rasa emphati mereka.

Inilah yang membuat Ali sedih sekaligus bingung. Hingga suatu ketika ada suatu perlombaan antar sekolah tingkat dasar yaitu perlombaan Lari Jarak jauh. Harapan muncul karena ada hadiah untuk Juara ketiga yaitu Sepatu Baru ! masyaAlloh...Senang nian perasaan Ali saat itu, angan Ali melambung. Dengan hadiah itu, ia bisa menebus rasa bersalahnya dan tak perlu bingung bagaimana mengganti sepatu Zahra.

Ketika menjelang masuk finish, Ali berada di urutan paling depan. Demi meraih hadiah ketiga, justru anak kurus ini memperlambat larinya. Barulah setelah terjatuh dan disusul anak lain, sekuat tenaga ia berlari dan berhasil meraih juara pertama. Gembirakah Ali ? Tidak. Ia malah menangis dan menyesal karena gagal mempersembahkan sepatu baru buat Zahra.
Kisah yang sangat menyentuh, penuh teladan dan pelajaran tentang Ali dan Zahra. Di tengah kemiskinan yang mendera, kasih sayang begitu mengkristal. Di tengah keterbatasan dana, prestasi tetap digenggam. Diantara kepapaan : keduanya punya semangat menyayangi sesama, sesuatu yang mulai langka ada di tengah kita.

Jam : 13.10 wib

Bentar, indah makan siang dulu yah...Alhamdulillah..makanan sudah datang. Dan indah lagi ga’ sholat, lagi di sayang Alloh...hehehe, ngertikan?? Nulis ini di sela-sela waktu luang, karena tugas utama adalah menangani pasien yang datang, tadi pagi hingga kini sudah 5 orang yang datang.

InsyaAlloh cerita ini masih ada lanjutannya

Khan masih belum selesai...ada cerita tentang Ayah dari Ali dan Zahrah...

Penasaran???, Ikuti terus, cerita-cerita dari Blog yang sangat sederhana ini. Yang Hanya berniat untuk “Menggapai kemuliaan di Sisi Alloh Ta’ala”


NB: indah dapatkan gambar-gambar ini, dari search di "mbah"google. oh iya 1 lagi, afwaaaaan (maaf banget) cara penulisan & tanda baca dari tulisan ini jauh dari EYD yang benar. Maklum AMATIRAN ^_^


Selasa, 25 Mei 2010

Hubb / HATI


Yang terpikirkan saat ini ...

Se-BERAPA kaya hati kita ……………….. ?

Seorang yg sangat kaya harta atau jenius atau bahkan pemuka agama pun ternyata tidak menjamin bahwa ia kaya hati.

Apalah arti dari sebuah sebutan yang terkadang tanpa sadar bisa mendatangkan sifat RIYA bagi yang lalai menjaga niat dalam hati.. Karenanya ya Rob kami berlindung kepada MU...
selamatkanlah hati kami dari sifat RIYA, sombong, iri dan ujub.

Learning by doing………………. Tapi, lakukanlah dengan hati..

Bismillah, lakukanlah dan serahkanlah sePENUH HATI kepadaNYA dan RASA-kan dengan khusyu betapa HIDUP-nya HATI………

Sekencang apapun badai ujian takkan sanggup merobohkan kekokohan benteng hati yang kaya berlapis-lapis oleh CAHAYA kebesaran-NYA……. Dan takkan terkalahkan oleh hawa nafsu yang terkadang hanya menjanjikan kenikmatan sementara.

Apa rahasia dibalik keistimewaan kaya nya hati…… DZIKIR lah salah satu kuncinya.

Sebuah pencarian….. Mencari….. JALAN dan RASA dari hakekat sebuah hati yang semoga selalu erat di DEKAP Sang Pemilik dan Yg Mh Membolak balikan HATI. Amin

MER-C : Misi Pelayaran Gaza Bawa Bantuan Obat


Organisasi kegawat daruratan kesehatan "Medical Emergency Rescue Committee" Indonesia.

menyatakan bahwa bantuan yang dibawa dalam misi kemanusiaan melalui pelayaran menembus blokade Israel atas Gaza, Palestina tahun 2010, di antaranya membawa obat-obatan.

"Total barang bantuan yang dibawa oleh konvoi kapal menuju Gaza mencapai 10.000 ton yang terdiri atas obat-obatan, peralatan kesehatan, peralatan sekolah, bahan bangunan, dan genset," kata Ketua Presidium "Medical Emergency Rescue Committee" (MER-C) Indonesia dr Sarbini Abdul Murad, saat menghubungi ANTARA, Senin pagi.

Relawan yang tergabung dalam misi kemanusian dengan nama "Flotilla to Gaza" 2010 itu kini sudah tercatat 500 orang dari sekurangnya 50 negara lain di Istanbul Turki untuk menuju Gaza pada Senin (25/5).

"Mereka akan ikut berlayar dengan kapal IHH (Insani Yardim Vakfi), salah satu organisasi HAM dan kemanusiaan terbesar di Turki yang bermarkas di Istanbul," kata Sarbini yang mendapat laporan dari relawan MER-C Indonesia.

Dikemukakannya bahwa ada sembilan kapal laut berbagai ukuran akan mengikuti "Flotilla to Gaza", yang merupakan kegiatan terbesar untuk Palestina selama ini. Sebanyak lima buah berupa kapal penumpang dan empat lainnya berupa kapal kargo.

Organisasi-organisasi yang mengikutsertakan kapalnya adalah IHH Turki, ECESG (European Campaign to End the Siege of Gaza), FGM (Free Gaza Movement), Ship to Gaza Greece, Ship to Gaza Sweden, dan International Committee to Lift the Siege on Gaza.

Kapal yang pertama berlayar adalah kapal milik FGM, yang diberi nama Rachel Corrie. Nama ini dibuat untuk mengenang perjuangan seorang pegiat untuk Palestina asal Amerika Serikat (AS) Rachel Corrie, yang turut menjadi korban kekejaman Israel.

Israel menggilasnya dengan buldoser "caterpillar" di Yerusalem, ketika ia sedang berusaha menjadikan dirinya benteng sebagai upaya dan strateginya untuk menghentikan buldoser Israel yang menghancurkan perumahan penduduk di kawasan itu tujuh tahun silam.

Kapal ini berlayar tanggal 12 Mei 2010 dari Irlandia yang akan disusul oleh kapal-kapal dari IHH yang akan berlayar dari Antalya, kemudian akan bergabung dalam konvoi kapal-kapal dari Eropa yang akan lepas landas untuk beriringan dengan kapal-kapal sebelumnya dari Athena.

Ia menjelaskan, konvoi tersebut selanjutnya akan melewati perairan internasional langsung menuju Gaza.

Menurut dia, konvoi tidak gentar dengan ancaman dan gertakan pihak Israel yang akan menghadang semua kapal yang memasuki perairan Gaza.

"Peserta pelayaran ini sangat paham apa yang akan mereka lakukan tidak melanggar hukum apapun," kata Sarbini Abdul Murad.

Mengutip Ketua IHH Turki Bulent Yildirim, disebutkan bahwa batas laut tiap negara adalah 12 mil. Hal ini tentunya berlaku untuk Israel.

Gerakan "Flotilla to Gaza" itu akan berlayar 80 mil di luar garis pantai Israel, dan jika Isreal melakukan sesuatu untuk menggagalkan konvoi ini, maka negara itulah yang melanggar hukum laut internasional.

Muslimah dan Ghibah


Islam sebagai agama yang berpegang kepada Al-Qur’an dan sunnah mengajarkan umatnya untuk saling mengasihi dan menyayangi sesama.

Menutupi aib dan kekurangan saudaranya merupakan salah satu bukti kasih dan sayang yang diajarkan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Maka ketika seseorang membeberkan aib orang lain, walaupun itu benar adanya, ketika itulah ia menyalahi ajaran Islam yang mengharamkan ghibah (bergunjing). Secara bahasa ghibah berarti membicarakan orang lain. Dan secara istilah, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Saw., makna ghibah adalah menceritakan kekurangan saudara kita di belakangnya kepada orang lain. Seorang sahabat bertanya: walaupun perkara itu benar wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: ya, itulah ghibah, jika perkara itu tidak benar, maka ia telah memfitnah saudaranya. Ironisnya, ghibah yang merupakan salah satu dosa besar ini, sering kali dilakukan oleh kaum hawa antar sesamanya. Bahkan para muslimah yang notabene orang-orang yang mengerti agama pun sering tergelincir ke dalam hal ini. Tidak jarang pembicaraan mereka dibumbui dengan gosip, ngerumpi, dan menggunjing. Hal ini, disadari atau tidak, memiliki dampak negatif yang cukup besar. Ia dapat merusak hubungan ukhuwah serta mencerai-beraikan ikatan kasih sayang sesama manusia. Al-Qur’an menggambarkan bahwa perumpamaan orang yang menggunjing ibarat memakan bangkai saudaranya. Allah SWT. berfirman: “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) sebagian yang lainnya. Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih.” (QS. Al Hujurat: 12). Sungguh hina perbuatan ghibah ini jika kita merenungkan sabda Nabi Saw: ”Ketika aku mi’raj (naik ke langit), aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya terbuat dari tembaga sedang mencakar wajah-wajah dan dada-dada mereka. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya.” (H.R. Abu Dawud).

Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadis ini adalah berbuat ghibah (menggunjing), sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. Dalam hadis lain, dari shahabat Jabir bin Abdillah ra., beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah mencium bau bangkai yang busuk. Lalu Rasulullah bersabda: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah.” (H.R. Ahmad). Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ghibah, sehingga ia seakan demikian populer di tengah-tengah masyarakat.

Diantara faktor-faktor tersebut adalah:

1 Tidak tabayun sebelumnya, artinya ketika mendengarkan sesuatu yang jelek tentang seseorang tidak dicari tau kebenaran berita tersebut.

2 Kemarahan seseorang terhadap saudaranya bisa menyebabkan terjadinya ghibah, karena dengan kemarahan itu, tanpa berfikir panjang ia gampang menyebutkan aib dan kekurangan saudaranya.

3 Hasad dan dengki jika orang lain dipuji menyebabkan seseorang tidak bisa mengontrol lisannya. Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw. bersabda: “Berhati-hatilah dengan kedengkian, karena dengki bisa memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”

4 Tidak teliti dalam mengungkapkan sesuatu atau menggambarkan tujuan yang dimaksud. Artinya, ketika seseorang salah dalam menyampaikan suatu berita, maka tidak tertutup kemungkinan si pendengar salah dalam memahami berita tersebut dan mengakibatkan salah persepsi.

5 Berlepas diri dari suatu tuduhan dan kesalahan juga menjadi penyebab terjadinya ghibah, karena ingin membela diri.

6 Bercanda juga menjadi salah satu penyebab terjadinya gosip dan gunjingan, kerena membuka aib orang lain dan mencemarkan nama baik seseorang, walaupun tujuannya ingin membuat orang lain tertawa dan senang. Walaupun tidak dapat divonis secara umum, tapi juga tidak dapat dipungkiri bahwa ghibah banyak dilakukan oleh kaum wanita. Perasaan marah, dengki, malu lalu menutup kesalahannya, atau bahkan hanya untuk sekedar bercanda dan omong kosong saja, merupakan beberapa motivasi terjadinya ghibah ini. Acara kumpul ibu-ibu tidak jarang berubah menjadi ajang membicarakan orang lain. Contoh konkrit yang sering kita lihat di tanah air adalah ketika ibu-ibu arisan, bertemu di pasar, atau bahkan sedang menyuapkan anaknya di teras rumah dan berkumpul dengan teman sebaya. Ada saja hal-hal yang dianggap menarik untuk dibicarakan: gosip artis di televisi, tetangga yang bertengkar, urusan suami orang, dan lain sebagainya. Tentu saja, ini bukan berarti bahwa kaum adam tidak terjangkit ‘kegiatan ini’. Padahal, ghibah ini jika sering dilakukan akan berdampak negatif bagi si pelakunya, diantaranya: mengeraskan hati, mendapatkan murka dan kemarahan Allah, sehingga azab pedih dari Allah yang akan diterimanya di kubur dan di akhirat nanti. Adapun dampak negatif dalam masyarakat, ghibah bisa menimbulkan perselisihan dan perpecahan, sehingga akan sulit tercipta ketenangan dan hubungan yang harmonis ditengah-tengah masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa kiat yang bisa menangkal bahaya ghibah:

1 Meningkatkan ketaqwaan dengan mendekatkan diri kapada Allah, misalnya sering bertilawah dan berzikir agar hati menjadi lunak dan jiwa menjadi tenang.

2 Berfikir sebelum memulai pembicaraan, agar yang keluar dari mulut adalah perkataan yang baik-baik saja, dan mengingat bahwa semua yang kita bicarakan dan kerjakan akan dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.

3 Tabayun sebelum menyampaikan berita, supaya ukhuwah tetap terjaga dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

4 Mengingatkan orang lain ketika ia menceritakan saudaranya, agar ia tidak terjatuh kedalam lembah yang bernama ghibah. Ada beberapa pengecualian yang disebutkan Imam Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim dan Riyadhus Shalihin.

Beliau menyebutkan bahwa menyebut keburukan orang lain diperbolehkan untuk tujuan syara’, yaitu yang disebabkan oleh enam hal:

1 Orang yang teraniaya (mazhlum) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzhaliminya kepada seorang penguasa atau hakim atau kepada orang yang berwenang untuk menegakkan amar makruf nahi munkar dan memutuskan suatu perkara dalam rangka menuntut hak orang yang teraniaya ini. Asalkan ia bertujuan untuk meminta bantuan dan keadilan, karena Al-Qur’an dalam surat An-Nisa ayat 148 sudah menerangkan hal ini: “Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

2 Meminta tolong untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang berbuat maksiat kembali ke jalan yang benar. Hal ini termasuk amar ma’ruf nahi munkar.

3 Meminta fatwa (istifta’) atau minta keterangan terhadap suatu penjelasan, hal ini hanya boleh dilakukan dengan tidak menyebutkan keburukan seseorang secara berlebihan. Sebagai contoh kita mengambil ibrah dari kisah istri Abu sofyan yang diam-diam mengambil uang suaminya lalu ia mengadukan kepada Rasulullah saw kalau suaminya pelit, lalu Rasulullah saw membolehkannya asalkan tidak berlebihan.

4 Memperingatkan kaum muslimin dari beberapa kejahatan seperti:

a. Apabila ada perawi hadis, saksi, atau pengarang buku yang bersifat jelek atau berkelakuan tidak baik, menurut ijma’ ulama kita boleh bahkan wajib memberitahukannya kepada kaum muslimin. Hal ini dilakukan untuk memelihara kebersihan syariat. Ghibah dengan tujuan seperti ini jelas diperbolehkan, bahkan diwajibkan untuk menjaga kesucian hadis dan syariat. Apalagi hadis merupakan sumber hukum kedua bagi kaum muslimin setelah Al-Qur’an.

b. Apabila kita melihat seseorang membeli barang yang cacat atau membeli budak (untuk masa sekarang bisa dianalogikan dengan mencari seorang pembantu rumah tangga) yang pencuri, peminum khamar, dan sejenisnya, sedangkan si pembelinya tidak mengetahui, maka kita boleh memberitahunya untuk memberi nasihat atau mencegah kejahatan terhadap saudara kita, bukan untuk menyakiti salah satu pihak.

c. Apabila kita melihat seorang penuntut ilmu agama belajar kepada seseorang yang fasik atau ahli bid’ah dan kita khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya. Maka kita wajib menasehati dengan cara menjelaskan sifat dan keadaan guru tersebut dengan tujuan hanya untuk kebaikan semata.

5. Menceritakan kepada khalayak ramai tentang seseorang yang berbuat fasik atau ahli bid’ah seperti, peminum minuman keras, penyita harta orang lain secara paksa, pemungut pajak liar atau perkara-perkara bathil lainnya. Ketika menceritakan keburukan itu kita tidak boleh menambah-nambahinya dan hanya diniatkan untuk kebaikan.

6. Jika seseorang sudah dikenal dengan julukan si pincang, si pendek, si bisu, si buta, atau sebagainya, maka kita boleh memanggilnya dengan julukan-julukan itu agar orang lain langsung mengerti,namun jika tujuannya untuk menghina, maka haram hukumnya. Jika ia mempunyai nama lain yang lebih baik, maka lebih baik memanggilnya dengan nama lain itu. Wahai para muslimah! Ku persembahkan tulisan ini agar kita bisa saling mengingatkan ketika lupa, dan sama-sama kita berdoa kepada Allah agar lidah-lidah kita selalu terjaga dari hal-hal yang dilarang. Untuk kaum Adam semoga juga bisa mengambil ibrah dari tulisan ini. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Sumber: Pencerahanhati, Abughifari