Rabu, 30 Juni 2010

Cas Cis Cus dari Ane


DI BAWAH INI KOMENTAR ANE UNTUK ARTIKEL "DEMORALISASI MANUSIA& KELANGKAAN OKSIGEN" YANG DI MUAT DI BLOG ANE KEMAREN, SIMAK YE...GUYS....:

Bismillahirrahmaanirraahiim

"Fabiayyi aalaaairobbikumaa tukadzzibaan..." Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan???

Salah satu ayat dari surat Ar Rahman diatas, memang benar-benar menggambarkan kita sebagai manusia mengenai sikap kita terhadap apa yang sudah Alloh beri..

"Untuk 1 tabung oksigen setara dengan 4 kilogram. Kita asumsikan andaikan kebutuhan oksigen ini kita charge seperti yang dilakukan rumah sakit. Jika 1 tabung oksigen setara dengan 4 kilogram dan kebutuhan rata-rata manusia adalah 375 kg/hari, maka yang dibutuhkan adalah 375 kg/hari dibagi dengan 4 kg/tabung oksigen atau sekitar 94 tabung oksigen setiap harinya. Jika 1 tabung oksigen senilai Rp 85,000 maka dalam 1 hari saja kita harus membayar sebesar 94 tabung dikalikan per tabungnya adalah Rp 85,000 atau seharga Rp 7,990,000/hari" (kutipan artikel diatas)

MasyaAlloh...kalo seandainya Alloh menagih bayaran, pastinya kita tidak sanggup membayar dari apa yang sudah kita hirup yaitu berupa oksigen. bayangin aje, manusia perharinya membutuhkan 375 kg oksigen. sedangkan di Rumahsakit, puskesmas atau poloklinik didapat karena tabung oksigen di beli untuk tindakan kegawat daruratan.

liat khan perhitunangan di atas dari artikel ini. perhari kalo dikalkulasikan dengan biaya yang harus kita keluarkan perhari adalah sebesar Rp.7,990,000. Itu perhari loh guys...., coba deh...sekarang kalian pade hitung lagi dari umur kalian yang sekarang. Dari mulai ibu kite susah payah ngeluarin kita ke dunia ini dengan izin Alloh lah menghirup udara ampe umur kite sekarang.

Ane coba dengan umur ane ye...
sekarang umur ane 25 jalan-jalan, hihihi, bulan september nanti baru mencapai 26 tahun. jadi sekarang masih ngaku 25. kaga pape ye...biar ngitungnya rada simple (hihihi, ngarep)
yaudah kita mulai aje ngitungny, 1 tahun ada 365 hari x 1 tabung oksigen (375 kg) = 136.875 kg/tahun. terus di kaliin deh hasil tersebut sama umur ane sekarang (136.875 x 25 = 3.421.875 kg oksigen) Busyeeeeeeeet dah..., Ups SUBHANALLOH....maksudnya, Jadi selama ini ane telah menghirup oksigen sebanyak 3.421.875 kg.

Bentar hitungan kita belun selesai, sekarang mengenai biaya.Harga 1 tabung oksigen yang isinya sama dengan 4 kg oksigen yaitu Rp.85.000. Berarti 3.421.875 di bagi 4 kg hasilnya 855.468, 75 tabung. terus dikali deh sama harga pertabung (Rp. 85.000/tbg) hasilnya yaitu (masyaAlloh di kalkulator dalam HP ane, sangking banyaknya hasilnya sampe ga' bisa kebaca hasilnya, ada tulisan "Result too Large to display" ) bentar ane hitung pake manual aje ye..ternyata hasilnya 72.714.843.750 R U P I A H. Dari mane ane dapet uang sebanyak itu kalo Alloh tiba-tiba nagih ke ane ye....???? masyaAlloh hutang ane ke Alloh banyak bener dah....

tiada kata terucap yang paling indah selain:

"SUBHANALLOH WAL HAMDULILLAH WALAAILAAHAILALLOH"


Tapi Guys... untuk kita sebagai manusia dan makhluk yang lainnya, itu semua G R E T O N G alias Gratisan.

Ape kaga Baik tuh.. Alloh..?? memberikan secara cuma-cuma. kitenye aje yang kaga' pernah bersyukur... Tapi berasa' ko' bagi orang yang mengalami sakit. misalanya, penyakit Asma or yang berhubungan dengan penyakit pernafasan, kambuh sedikit dah megap-megap karena sesak nafas, oksigen yang di dapat tidak normal seperti manusia sehat lainnya. Eiits, itu juga kalo orang yang lagi sakit itu nyadar bahwa sangat berharganya pada oksigen.

contoh Simplenya,penyakit pilek (flu), kalo penyakit ini sering banget ane ngalamin. ga' jauh-jauh, kemaren ane pulang latihan badminton di kantor, eh ternyata lepas latihan pulang di jalan hujan. karena ga' ada payung, meskipun hujannya rintik-rintik, Jalan menuju kosan Lanjooot. Eh... Malemnya ane flu. Hidungnya mampet, nafas susah. kaya' di iklan-iklan gitu deh..."yang satu mampet, yang satu engga", mampet di satu hidung hanya bertahan sebentar, disusul mampet dua-duanya. Alhamdulillah Alloh selalu memberikan Kemudahan untuk hambanya, ga bisa Nafas dari Hidung, ada satu lagi cara bernafas yaitu dari mulut. tapi busyet dah... jadi capek sendiri...

tuh khan berasa... Nikmat sehat dan gratisan menghirup udara tanpa halangan apapun memang patut di syukuri.

anenya aje, yang memang kadang menyepelekan. lupa bawa payung lah...kalo udah bawa, giliran buka payung yang males. karena menganggap hujannya ga' begitu deras.

Makannya guys n khususnya untuk ane pribadi...
Merenungi, bertafakur, Bersyukur dan beribadah kepada Alloh Ta'ala adalah suatu kebutuhan untuk kita jadi ga' hanya suatu kewajiban. Karena Sesungguhnya Alloh Maha kaya, dan Alloh tidak akan berkurang sedikitpun Kebesaran dan kekayaanNya lantaran kita tidak Beribadah dan tidak Bersyukur kepadaNya.

Sekali lagi renungan ini, ane tujukan pula untuk ane pribadi.

wallohua'alambishowab...

Kebenaran hanyalah milik Alloh Ta'ala, Kesalahan datang dari ane yang banyak, banyak dan baaaaaaanyaaaaaaak kesalahan...

kita tutup renungan kita kali ini baca Hamdalah, Istighfar dan doa kafarotulmajelis... (ups salah, kita khan ga' ketemuan dalam satu majelis khan??)
hihihi, ga' papa deh... secara doanyapun mengandung arti yang baik.

Senyum dulu ah... ^_^

Nb: Habiiiiiiss, nulis di kolom komentar di bawahnya, pas dah selesai ketik di enter, ternyata kaga' muat karena kepanjangan komentarnya. Yah...sekalian aje ane jadiin tulisan singkat

Selasa, 29 Juni 2010

DEMORALISASI MANUSIA DAN KELANGKAAN OKSIGEN



ONESIMUS HIHIKA

KabarIndonesia - Oksigen begitu penting bagi manusia. Menurut beberapa literatur mengatakan bahwa orang yang kekurangan oksigen akan mengalami hal-hal seperti mudah lelah, tidak fokus, mudah mengantuk dan yang paling ekstrim adalah kematian. Pada kondisi biasa (tidak melakukan aktivitas apa-apa seperti kerja berat ataupun olahraga), kebutuhan rata-rata manusia untuk oksigen adalah 375 liter per hari. Jika 1 liter setara dengan 1 kg, maka jika dikonversikan ke kg, kebutuhan manusia akan oksigen per hari adalah 375 kg Kebutuhan oksigen ini didapatkan secara gratis atau cuma-cuma. Andaikan kalau dicharge ke kita seperti yang dilakukan rumah sakit pada pasiennya per kebutuhan kita, berapa yang harus kita bayar? Di rumah sakit Samarinda misalnya harga per tabung oksigen adalah senilai Rp 85,000 (http://www.samarinda.go.id). Untuk 1 tabung oksigen setara dengan 4 kilogram. Kita asumsikan andaikan kebutuhan oksigen ini kita charge seperti yang dilakukan rumah sakit. Jika 1 tabung oksigen setara dengan 4 kilogram dan kebutuhan rata-rata manusia adalah 375 kg/hari, maka yang dibutuhkan adalah 375 kg/hari dibagi dengan 4 kg/tabung oksigen atau sekitar 94 tabung oksigen setiap harinya. Jika 1 tabung oksigen senilai Rp 85,000 maka dalam 1 hari saja kita harus membayar sebesar 94 tabung dikalikan per tabungnya adalah Rp 85,000 atau seharga Rp 7,990,000/hari.

Jika dengan demikian berapa yang akan kita bayar selama setahun? Atau jika memakai usia saya sendiri saat ini yaitu 26 tahun. Sudah berapa banyak yang saya harus bayar demi oksigen? Jika kita harus bekerja mencari uang, berapa gaji yang kita butuhkan selama sebulan untuk membayar oksigen? Oksigen secara cuma-cuma didapatkan melalui pohon ketika melakukan proses fotosintesis. Pohon menyerap CO2 dan mengeluarkan O2 (oksigen) yang dihirup oleh manusia. Persoalannya adalah ketersediaan oksigen gratis ini sering disia-siakan oleh manusia. Manusia justru penyebab utama menipisnya ketersediaan oksigen gratis bagi dirinya sendiri. Penyebab menipisnya ketersediaan oksigen gratis ini paling tidak disebabkan oleh dua hal yaitu uncontrol deforestry dan demoralisasi manusia. Pertanyaannya adalah dari ke dua sumber masalah di atas, bagaimana solusinya? Bagaimana (strategi) memulainya, factor-faktor apa saja yang perlu mendukung ini? Sepintas dapat dijelaskan bahwa solusi dari penyebab diatas dapat dilakukan dengan cara mengembalikan kedua factor penyebab diatas ke kondisi yang seharusnya. Proses pengembalian ini tentunya memerlukan strategi, cara dan pendukung lainnya. Catatan di bawah ini adalah paparan tentang uncontrol deforestry dan bayangan tentang akibat yang dimunculkan jika hal ini terus terjadi. Penyebab uncontrol deforestry oleh APHI (2004) dikatakan antara lain: illegal logging, penyelundupan kayu, perambahan kawasan hutan, konversi kawasan hutan, dan tumpang tindih peraturan. menurut Holmes (dalam Irwanto, 2006) mengatakan untuk Indonesia saja kehilangan sekitar 2 juta hektar hutan setiap tahun. Padahal untuk 1 pohon bisa menghasilkan sekitar 1,2 kg oksigen per harinya. Asumsikan jika 1 hektar lahan berisi 10 pohon, maka untuk 2 juta hektar/tahun hutan yang hilang itu sama dengan menghilangkan 20 juta pohon. Jika satu pohon menghasilkan sekitar 1,2 kg oksigen/hari, dan jika 1 tahun adalah 365 hari maka 20 juta pohon itu bisa menghasilkan sekitar 7,300,000,000 kg oksigen. Jika manusia membutuhkan setiap harinya adalah 375 kg oksigen atau 136,875 kg/tahun maka kehilangan 20 juta pohon itu sama dengan menghilangkan kesempatan hidup 53,333 manusia, atau memaksa 53,333 manusia ini untuk sepanjang hidupnya menghabiskan waktunya mencari uang demi membeli oksigen tabung.

Ketakutan saya adalah konflik masa depan adalah konflik demi memperebutkan ketersediaan oksigen. Oleh karena itu untuk menyelesaikan sebab pertama diperlukan penyelesaian pada sebab kedua yaitu demoralisasi manusia. Bagi saya, persoalan pertama hanyalah lecutan dari persoalan demoralisasi pada manusia. Demoralisasi manusia adalah sebab utama dari semua kerusakan hutan dimana saja. Demoralisasi manusia jugalah yang menjadikan sumber oksigen kita terus berkurang tiap harinya. Untuk mengembalikan kondisi demoralisasi manusia ini pada kondisi yang seharusnya diperlukan dua hal yaitu: 1. Kesadaran Apa itu kesadaran? Benarkah setiap hari kita berjalan dalam kondisi sadar? Kesadaran adalah upaya terkontrol dan upaya untuk berusaha mengendalikan diri baik tindakan, sikap, mental, pikiran maupun jiwa. Mengapa demikian? Dalam pemahaman filsafat timur, perbuatan, tindakan, keadaan pikiran kita akan membawa pengaruh bukan saja pada diri kita tetapi pada dunia. Dalam konsep filsafat timur yang disebut kesadaran adalah bahwa ketika kita menyadari mengapa kita dan dunia seperti ini sekarang ini maka kita perlu melihat ke masa lalu kita, atau bagaimana kita dan dunia di masa depan tergantung pada perbuatan dan tindakan kita hari ini. Pertanyaannya adalah bagaimana kesadaran dimunculkan dan dibentuk? Perlu diadakan revisi kembali tentang konsep antrhoposentrisme. Manusia selama ini memandang dirinya sebagai pusat dari sistem alam semesta. (Sonny Keraf, 2002) bahwa segala sesuatu yang lain di alam semesta ini hanya mendapat nilai dan perhatian sejauh menunjang dan demi kepentingan manusia.

Oleh karena itu, alam pun dilihat hanya sebagai objek, alat dan sarana bagi pemenuhan kebutuhan dan kepentingan manusia. Alam hanya alat bagi pencapaian tujuan manusia. Pemahaman sebagai mahkluk termulia (anthroposentrisme) inilah yang menjadikan manusia melakukan eksploitasi atas alam tanpa diimbangi dengan konsep pemeliharaan terhadap alam. Banjir, kemarau panjang, pemanasan global hanyalah upaya alam untuk kembali pada kondisi setimbangnya. Jika perlu dilakukan revisi terhadap konsep anthroposentrisme ini bagaimana melakukannya? Sebagai orang yang meyakini bahwa mengetahui adalah langkah awal bagi terbentuknya kesadaran, maka langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah: Pertama, masukkan kurikulum ekologi sebagai salah satu mata pelajaran pada tingkat SD sampai dengan SMA. Bahkan, pada tingkat universitas mata kuliah ekologi harus menjadi mata kuliah umum wajib yang diikuti oleh mahasiswa. Selama ini pendidikan sendiri secara eksklusif sudah membatasi dirinya pada spesifikasi sehingga menutup mata pada pengetahuan-pengetahuan lain. Pada tingkat universitas misalnya faktanya bahwa matakuliah ekologi kadang hanya dianggap sebagai mata kuliah bagi mereka yang menempuh studi-studi ilmu alam. Begitu juga sebaliknya mata kuliah-mata kuliah tentang social kadang hanya dianggap sebagai mata kuliah yang perlu diketahui oleh mereka yang mendalami ilmu-ilmu social saja. Kekeliruan semacam ini harus dihentikan dari sekarang. Mengapa demikian? Sebagai orang yang memiliki hobby pada ilmu-ilmu social pun kita tetap hidup dengan alam, setiap hari kita bersentuhan dengan alam. Sungguh sebuah ironi ketika sesuatu yang akrab dengan kita dan kita tidak mengenalinya sama sekali. Jika kita sudah tidak mengenalnya, bagaimana kita mencintainya? Begitu juga dengan mereka yang menggeluti ilmu-ilmu alam. Sebagai manusia kita selalu juga bersentuhan dengan manusia. Sehingga itu kita juga perlu belajar tentang perilaku manusia melalui ilmu-ilmu social. Kedua, gali kembali konsep-konsep anthropologi masyarakat local yang memberikan pesan lingkungan. Seperti ada konsep semacam ini “jangan tebang pohon itu karena disitu ada setannya”.

Pertanyaannya adalah mengapa kemudian konsep ini tidak lagi mempan dan dianggap ketinggalan zaman? Apakah karena masyarakat kita sudah tidak lagi takut pada setan? Dalam pemahaman tentang ilmu pengetahuan, yang disebut dengan ilmu jika pengetahuan itu diuji melalui pendekatan-pendekatan atau kaidah-kaidah universal. Anthropologi masyarakat semacam diatas belum bisa dikatakan sebagai ilmu karena terbatas pada lingkup tertentu dan belum teruji secara universal, sehingga ketika pengetahuan berkembang, pengetahuan-pengetahuan semacam ini kemudian ditinggalkan karena dianggap ketinggalan zaman. Oleh karena itu, pesan-pesan anthropologi semacam ini perlu diberi sentuhan sains. Caranya sederhana. Cari tahu pohon apa saja yang diberi pesan semacam itu dan lakukan penelitian-penelitian dengan menggunakan metode-metode atau kaidah-kaidah sains yang universal apakah pohon tersebut memiliki resapan yang tinggi atau memiliki daun yang lebat – yang nota bene menghasilkan banyak oksigen sehingga ada larangan untuk ditebang walaupun dengan penjelasan yang belum memadai oleh masyarakat pada waktu itu. 2. Kebanggan Mengapa kebanggan? Mengapa kita perlu bangga? Kebanggan macam apa? Kebanggaan kita adalah karena memliki hutan terbesar di dunia. Kebanggan kita adalah sejak nenek moyang kita, kita telah memiliki nilai-nilai lokal untuk menjaga hutan kita hingga saat ini dan telah mewariskan kepada kita. Kita perlu bangga karena kita menyumbang oksigen terbesar bagi dunia di samping Brazil dan Equador dengan hutan Amazonnya. Oleh karena itu dengan kebanggaan semacam ini kita perlu wariskan kearifan nenek moyang kita tentang menjaga hutan kita. Dalam konteks globalisasi semacam ini, seharusnya ini menjadi nilai tawar kita kepada bangsa-bangsa lain yang bangga dengan pengetahuan dan teknologinya. Dengan kebanggan mereka pada tataran ini, saat ini kita harus mengatakan kepada dunia bahwa teknologi bukan jaminan bagi keterlanjutan kehidupan. Kita harus bicara pada negara-negara maju bahwa tanpa kita sebagai penyangga bagi kehidupan mereka, teknologi yang mereka banggakan juga tidak mungkin tercipta.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita bangkit dengan bangga, dan sudah saatnya kita katakan kepada negara maju bahwa kita bukan bangsa yang tertinggal ataupun terbelakang menurut persepsi mereka, karena sepanjang sejarah telah terbukti bahwa kita penyumbang hidup mereka. Belajar dari pengalaman Equador. Selama puluhan tahun hutan tempat mereka bernaung tidak pernah diutak-atik apalagi dieksploitasi untuk mengambil minyak. Padahal di hutan itu juga merupakan salah satu sumber minyak yang bisa jadi devisa bagi negara itu. Tetapi, mereka memiliki cara pikir yang berbeda. Dengan hutan mereka, mereka menawar kepada dunia. Jika bantuan ekonomi tidak diberikan kepada mereka, mereka akan melakukan penambangan di hutan itu demi memperbaiki kondisi ekonomi. Dalam pikiran semacam ini bagi saya hentikan obsesi kita untuk mengejar ketertinggalan kita dengan negara maju dalam teknologi, tetapi dalam konteks global semacam sekarang ini berikan tekanan pada negara maju bahwa kita setara dan sejajar. Kita bukan lagi nomor dua dalam pandangan mereka. Fakta sejarah membuktikan bahwa dengan kearifan local yang kita miliki terbukti ratusan tahun dan ratusan generasi dunia kita selamatkan dengan menjaga hutan Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi. Tetapi dengan dalih kemajuan untuk mengejar ketertinggalan kita korbankan itu. Oleh karena itu kita harus bicara pada dunia, bahwa jika ingin menyelamatkan diri mereka, selamatkan hutan kita juga.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

Senin, 28 Juni 2010

Maksa Banget




Sabtu seru!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ( karena sangking serunya, tanda serunya pun harus ada & banyak), hehehe...

Masih belum reda nih...batuknya, jadi masih konsumsi obat batuk. Tapi alhamdulillah flunya dah engga'. sabtu aktifitas cuma di rumah dan ngaji rutinan tiap pekan ba'da ashar.

Biasa...kalo udah nyampe dirumah, pekerjaan menumpuk (cucian menumpuk, piring menumpuk, debu menumpuk, sampah menumpuk eeeennnnnnnnnnnnnn yang paling indah sukai adalah PAHALLLLLLA menumpuk juga ) hehehehe, amiiiiiin ya Alloh...

Tapi ternyata kakak iparku, dah bantuin untuk nyuciin piring loh....hebat yah...dia laki-laki ....tapi sangat-sangat mengerti kalo istrinya yang sedang hamil muda & kebetulan ane lagi kurang fit.

Ba'da dzuhur mereka pergi menghadiri undangan dari salah satu teman kakak ipar, sedangkan anak-anaknya di tinggal.......sama antenya tersayang.... ^_^, awalnya mereka memaksa ikut tapi ga' boleh sama abinya, karena tempat undangannya jauh... Mereka berangkat pake motor ane, karena motor kakak ane lagi di bengkel

Jadilah...pengasuh yang baik...

Sambil nemenin mereka, pekerjaan mencuci baju tetep lanjooot...
lepas itu bersihin kamar mandi...
" busyeeeeeet dah.... nih...kamar mandi di bersihinnya nunggu ane pulang dulu kaya'nya " Mana fixalnya habis lagi...jadi bersihin dindingnya cuma pake sabun colek dan harus menggunakan tenaga yang extra untuk menggosoknya. Fuiiiiiiiiiiiiiiiih.....bener-bener seperti melakukan olahraga....mandi keringat booooo....', biasanya kalo mo' bersihin kamar mandi rada-rada takut karena khawatir muncul kelabang n cacing. biasanya kalo ada fixal sedikit membantu kalo mereka muncul tinggal di siram fixal mereka langsung mati... Bukannya ane sadis sih..., habis mo' gimana lagi...

Sebel deh....kamar mandi bangunnya selalu bermasalah... di sela-sela dekat tembok selalu ada celah yang sedikit bolong sehingga memungkinkan cacing or kelabang ada. Ini di sebabkan juga karena semennya sedikit, makannya kemaren bilang sama bapak n mama' untuk di kasih semen supaya tidak ada lagi celah...
Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa di benerin.

Alhamdulillah, ponakan bisa di ajak kompromi, mereka tertidur pulas setelah lelah bermain. Memang ponakan ante paling yang baiiiiiiik ^_^

Selesai semuanya Pas Ashar....
langsung mandi dan siap-siap untuk pergi ngaji rutinan. Alhamdulillah umi n abinya dateng pada waktu yang tepat... , jadinya ane bisa pergi ngaji pake motor deh...

Alhamdulillah selamat sampai tujuan, jadi juara 2 karena yang baru dateng baru 1 orang.... tadi sempet khawatir juga, karena kakak bilang tadi di jalan banyak kontainer...Alhamdulillah...ane selamat sampai tujuan...

kalo udah di tempat ngaji rutinan tuh,,,seru...temu kangen, dapet semangat karena umi ngasih motivasi yang sangat luar biasa... dapet pengalaman yang ga' kalah keren dengan motivator-motivator terkenal.... kalo udah introspeksi diri...duh diri ini...sangat banyaaaaaaaaaaak kekurangan, kafaahnya sedikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit sekali...., bahasa inggris kaga' bisa, apalagi bahasa araaaab.... MasyaAlloh....ko' ane jadi muslimah yang melompong ye...... Boro-boro S3, S2 aje belum...huuuuuh.....sangat-sangat tidak berkualitas....

Pulang dari liqo, cari rute yang ngelewatin lembaga kursus bahasa Inggris..., emang sih...bukan lembaga yang beken-beken seperti LIA or EF. Pas lewatin, ternyata dah tutup. huhhhh... :( langsung aja catet no telpon yang terpampang di spanduk. Lanjutkan perjalanan menuju rumah... Emang paling seneng ngendarain motor kalo kondisi lalu lintas lancar.... Blaaaaaaaaaaash....

Ternyata lancarnya ga tahan lama, setelah masuk daerah tanah merdeka agak macet karena ada yang lagi hajatan. Lumayan padat, di depan ane ada angkot APB. di sebelah kiri ada celah sedikit, ane memperkirakan kaya'nya bisa nerobos nih.... Bismillah di coba... ngegas, ga' taunya di depan ada motor yang lagi parkir, kaki ane belum naik, ngegasnya udah kekencengan karena khawatir angkot nya jalan karena mo sekalian nyalip angkot, Beeeeeetz....kena deh kaki sama motor yang lagi parkir. lumayan kenceng kebenturnya, Alhamdulillah tuh motor ga' jatoh...tapi ane bisa lolos dari macetnya...Meskipun kaki ngalamin sakit karena kebentur, lumayan keras... Dalam hati, wah nyampe rumah ga' boleh ketauan nih...kalo kaki lagi sakit.

Dirumah pas pulang, dengan gaya'nya yang khas, mama menyambut..."ehhhhh...sayangku dah...pulang" Berrrrrrrrr, bagai pepohonan yang lagi haus trus disiram...SEGER rasanya denger kalimat dari mama. rasa sakit sih...masih ada... langsung ngelongok ke lemari es, cari es batu yang bisa ngompres kaki. tapi ngompresnya diem-diem, takut ketauan.

Sambil ngompres, liat HP. ternyata ada panggilan tak terjawab dari no yang tidak di kenal. langsung sms no tersebut dan bilang "ini siapa? maaf tadi lagi di jalan" ga di blz, yaudah kembali lagi konsentrasi ke kaki. ga' taunya adik baru pulang dari jaga toko, masuk kekamar trus ngeliat ane lagi ngompres kaki. Eh...dia langsung curiga " hayoooo, lagi ngapain??? kenapa kakinya??" eh langsung deh cerita, tapi di awali dengan sebuah perjanjian "tapi, awas yah....jangan bilang mama or yang lainnya" yang ga enaknya cerita ama dia, pasti minta uang tutup mulut, dia bilang " Oke ga' bialng siapa2, tapi kasih uang tutup mulut ye...minta uang seribu rupiah doooong, untk beli shampo katanya" langsung aja di kasih...dari pada dia berubah pikiran untk minta yang lebih gede.....hehehe...
lagian tuh orang mintanya sedikit sekali....padahal klo minta lebih dari itu juga dikasih....

dia keluar kamar, eh ga' lama ada telpon dari no yang di kenal tadi..., dia say salam dan langsung nanyain "ini indah ya...?", indah bilang" maaf ini dari siapa?" suaranya ga' jelas, dan ane fikir tuh orang dah matiin hpnya karena mungkin signal ga bagus. trus saat itu abang ane kekamar untk nanyain cicilan motor yang ane ambil. lagi ngobrol sama kakak, sambil ane liat ke hp, ko' masih ada tanda orang telpon, ternyata orang yang tadi telpon dari tadi belum matiin hpnya dan dia mendengarkan ane ngobrol sama abang ane.

Akhirnya ane tanyain lagi ini siapa, ga' taunya temen kantor. Ane heran dari mana dia tau no Hp ane.., eh dia malah jawab "dari mana saja boleh" dengan nada yang lagi ngetrend sekarang kalo nyebutin kalimat itu... Dia tanya rumah ane, untuk memastikan dia menyebutkan nama daerah & gangan dan ternyata tepat. Ane tanya lagi emang kenapa nanya alamat rumah. Dia mengaku saat itu dia sedang di rumah temannya yang dekat dengan rumah ane, terus dia bilang " kalo mau main keruma, boleh ga?", ane jawab aja emang mo ngapain. eh die jawab mo' minta sirup. ane bilang aja ga' ada, terus dia bilang "kalo air putih pasti ada khan?",

huh...ko ni orang maksa banget untk kerumah ane..., ane bilang aja kalo ane ga' terbiasa menerima tamu cowo'. Dia tetep bersikeras untk mampir suatu saat.
"kenapa, maksa banget ye...tuh orang???"

Sedikit bercerita... ane paling ga' bisa kalo ada orang yag slalu maksa dan ngejar-ngejar ane. Ga' tau kenapa, ada penilaian tersendiri terhadap orang yang slalu ngejar-ngejar ane...
ini ane curhat aje ye...dulu khan waktu SD ane sempet sekolah di 2 sekolah. kelas 1 sampe 2 di daerah Rawabadak, karena orang tua pindah rumah di daerah cilincing, jadinya kelas 3 pindah ke sekolah yang di daerah dekat rumah. jadilah ane anak baru. dari kelas 4 sampe kelas 6 ada anak yang sering gangguin ane dan selalu ngejar-ngejar ane apalagi kalo pulang sekolah. Bahkan dulu mereka sempet nyamperin kerumah, sangking takutnya ane ngumpet di kolong meja. padahal rumah ditutup, habis mereka mengerikan. hehehe kalo inget itu jadi ketawa sendiri, padahal rumah di konci, Ngapain juga sampe ngumpet di kolong meja...hihihi ^_^

Tapi dari situ, ada penilaian yang kebawa ampe sekarang...terhadap orang yang sering ngejar-ngejar... padahal mungkin ga' semua orang bisa di nilai buruk or minus hanya karena ngejar-ngejar ane...


kaya'nya ane harus bisa menilai secara bijak deh... tapi ini lagi berusaha kok'...
Bismillah...harus bisa...^_^


(btw, saat ini kakinya nya masih biru...tinggal di kasih thrombopop gel deh, mudah2han cepet hilang, amiiiin )

Selasa, 22 Juni 2010

Ngantuk.....


Catatan Selasa, 22 juni 2010

MasyaAlloh.....ngantuk banget nih,,,,, karena sebelumnya habis minum obat batuk. Dari kemaren tenggorokan dah mulai gatel, tapi ga' berdahak. Kemaren rencananya niat shaum, karena gatel banget tenggorokan akhirnya minta resep dan langsung minum obat. Khawatir kalo ga' langsung diatasi batuknya, larinya nanti ke flu, kalo dah flu biasanya indah langsung ngedrop. Eh...pas pulang kemaren lupa bawa obatnya ke kosan, jadi minum obatnya ga' teratur deh...

Sebelum cerita hari ini, mo ceritain yang kemaren dulu ye...

pagi-pagi dah ada pasien 1 orang. Selama ngerjain pasien, nur (perawat gigi) memberitahu indah untuk bertugas menjadi panitia Donor Darah bareng DPR &MPR. Bukan hanya indah aja sih...yang lain juga ikutan. Sampe disana, kata petugas yang DPR yang tim medis dari DPD harus ada yang berpartisipasi dong untuk mendonorkan darahnya. indah dan nur bersedia, kita isi formulir pendaftaran. masuk dan langsung diperiksa HB kita, ternyata kita berdua ga' ada yang lolos. nur HBnya 12 sedang indah cuma 11. Pantes indah rada "keliyengan". Niatnya sih... udah ada untuk memberanikan diri donor Tapiiiiiii apa mau di kata....
petugas pengecek HB bilang: "anda tidak memenuhi persyaratan menjadi pendonor"
huuuuffft.....

kami bertugas dengan panitia yang lain di pendaftaran, yang daftar ga' begitu banyak. hanya 214 orang, itupun belum di sortir dengan pendonor yang tidak memenuhi persyaratan. tidak seperti 3 bulan sebelumnya yang bisa mencapai 300san orang.

banyak faktor sih...yang membuat pendonor saat itu sedikit, bisa jadi publikasinya yang ga' meluas, ga ada hadiahnya or ada yang takut/pusing ngeliat darah....bisa juga di karenakan juga para kaum lelaki yang hobi nonton bola hingga larut malam (secara sekarang lagi momentnya piala dunia) or mungkin masih ada yang takut dengan jarum suntik...hihihi, lucu yah....

lagi jaga di pendaftaran tiba-tiba ngantuk langsung menyergap....dan indah ga' bisa ngindarin itu....mana di tempat pendaftaran anginnya "sepay-sepoy" lagi....wuuuiiiii..., makin ngantuk. Salah satu petugas medis yang dari DPR, selalu ngajak ngobrol indah. Mudah-mudahan dia ga nyadar kalo indah saat itu ngantuk banget dan ga' konsen mendengarkan ceritanya. Ceritanya panjang lagi..., cerita tentang dirinya, cerita tentang anak-anaknya dan yang bikin indah langsung GA' ngantuk adalah dia menanyakan hal yang sering banget indah denger. "indah kapan nih....nyusul???" indah hanya berucap.... "amiiiin, semoga Alloh memudahkan untuk indah menikah...", eh...ibu itu mengamini dan minta di undang kalo indah nikah nanti. Dia bilang indah sudah punya calon khan, indah jawab dengan "cengengesan aje deh..." ga' tau deh...tampang indah kaya' apa saat itu...pasti aneh banget.

Setelah membicarakan mengenai topik yang ada hubungannya dengan indah, ibu kembali membicarakan anaknya. Kaya'nya ibu ini hobi sekali membicarakan anaknya yang pintar, mungkin itulah kebanggaannya. Dan ngantuk indah kembali datang. Indah bingung, baru jam 10an ko'ngantuk. Ternyata tadi pagi jam 9nan, indah buka puasa dengan minum obat batuk. Pantes aja dari tadi ngantuk.

Nah...kalo cerita hari ini (liat tanggal!!!)

Kejadiannya ga' jauh beda...karena Tema kali ini "Ngantuk" indah hanya menceritakan yang kaitannya dengan ........."N_G_A_N_T_U_K"......

Indah minum obat udah siangan sekitar jam 2an.

ada pasien si umi arkhan, tangannya terkilir.., disitu indah udah sayup-sayup ngantuk gituh deh...., ga' kaya biasanya kalo ngantuk biasa bisa ditahan. ini bener-bener ga' tahan. udah cuci muka tetep aja.

ga' lama, ada pasien lagi...di situ makin ngantuk. Sampe-sampe diajak ngobrol sama pasien, bener-bener ga' kedengeran, si pasien ngulang kalimat yang sama sampe 3x. MasyaAlloh....malu-maluin...

ga' nyaman banget..., tenggorokan gatel banget... tapi harus segera bisa indah cegah supaya ga' ke arah flu.... obat ga' lupa indah bawa kekosan.

dikosan dah punya niat, setelah sholat isya selesaikan tilawah trus langsung tidur...
RENCANA TERLAKSANA, karena sebelum tidur minum obat...Blassss tidur....
Jam 3 bangun, tenggorokan gatel banget dan hidung mampet.... Wah.....dah mulai flu nih....
Langsung aja ke kamarmandi wudhu dan melanjutkan aktifitas ibadah.....
indah harus bisa mengendalikan diri untuk tidak berkelukesah ...


"Ya Robb....Berilah hamba Kesembuhan.... & Ampunilah Dosa-dosa hamba yang banyak ini...."

Jumat, 18 Juni 2010

Ingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin




Lagi Kepengen banget The new album of "Muhammad Nabiku - Haddad Alwi, Anti
& Vita"

Tau Hadad alwi mo ngeluarin album baru sebenernya dah lama..., dari FBnya beliau. Kemaren sempet juga nyari, tapi ga' ketemu...hiks...hiks...,
Siapa yah...yang bisa beliin album terbaru ini....????
hehehe, ngarep.com neeeeh....^_^, habis seru ngeliat lounchingnya meskipun hanya bisa liat melalui foto-foto yang ada di Fb.

Mo' liat foto-foto lounching??, berikut ini foto-foto lounching album terbaru hadad alwi:

Kamis, 17 Juni 2010

Catatan tgl 13 Oktober 2009

Bismillahirrahmaanirrahiim

Pada Akhirnya semua akan kembali pada yang empunyaNya, segala bentuk amanah yang diemban akan dipertanggung jawabkan di hadapan Alloh SWT, tak ada yang terlewatkan satupun. Pada saat manusia hidup itu di bagi menjadi 3 bentuk macam manusia, yang pertama manusia yang kafir yaitu tidak mematuhi segalah perintah Alloh SWT dengan kata lain berbuat sesukanya. Yang kedua manusia yang ahli ibadah selalu taat kepada Alloh SWT, selalu menjalankan perintah Alloh SWT dan hanya fokus ibadah kepada Alloh SWT. Manusia yang ketiga ini adalah seorang yang taat kepada Alloh SWT dan peduli dengan lingkungan sekitar terhadap ketaatan kepada Alloh SWT atau beramal ma’ruf nahi mungkar. Secara pembagian, yang rugi adalah orang yang masuk dalam golongan manusia yang pertama dan yang kedua. Mungkin dari sebagian orang beranggapan golongan manusia yang kedua dalam posisi aman seperti golongan ketiga. Akan tetapi anggapan itu salah besar, ancaman Alloh SWT ternyata menimpa atau akan terkena pada golongan manusia yang pertama dan yang kedua. Loh ko bisa begitu??? Lihat Quran Surat Al Maidah: 2 “ …Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Alloh, sesungguhnya Alloh amat berat siksa-Nya”

Alloh SWT juga memperingatkan kita untuk tidak membiarkan kemaksiatan yang terjadi didepan mata kita.

Jika kita hanya asik dengan ibadah kita, memepertebal kesholihan pribadi kita dan tidak menghiraukan orang lain di lingkungan kita yang berbuat kerusakan baik kerusakan moral ataupun kerusakan alam, maka Alloh SWT tidak segan-segan akan menimpakan musibah, tidak hanya menimpa para pelaku saja akan tetapi akan menyeluruh kepada masyarakat sekitarnya. Lihat QS:Al Anfal:25 “ Dan takutlah kalian terhadap fitnah (musibah, petaka, bencana, siksa) yang benar-benar tidak hanya menimpa orang-orang dhalim di antara kalian secara khusus. Dan ketahuilah bahwasanya Alloh Maha Dahsyat siksa-Nya”

Itu sepenggal mukadimah, dalam menelaah dan merenungi tugas kita sebagai seorang hamba. Hari itu tgl 30 september 2009, tepat 1 hari setelah hari lahirku 25 tahun yang lalu. Hari berjalan seperti rutinitas hari lainnya, pulang kerja sekitar pukul 17.05 aku dan teman pergi ketempat salah satu salon muslimah di daerah yang tak jauh dari tempat kita bekerja. Saat berada di tempat salon, tak terasa sambil menunggu adzan maghrib, ada seorang teman yang meng SMS dengan menanyakan kabar kondisi keluarga di padang, saat itu aku benar-benar “ga” tau apa yang terjadi, teman tadi mengabarkan bahwa “terjadi gempa di padang dengan kekuatan 7,6 skala richter”. Langsung aku me “reply” sms dan menanyakan “tepatnya di daerah mana?”. Lalu teman menjawab “gempa terjadi di daerah pariaman” Saat itu aku berfikir bahwa daerah tempat nenek, paman dan bibi jauh dari pariaman karena mereka tinggal di kota padangnya.

Ternyata petugas salon muslimah itu ada yang menangis, karena ternyata dua dari 8 petugas salon muslimah itu berasal dari padang juga, dan teman yang pergi bersama aku ke salon muslimahpun berasal dari padang tepatnya dari pariaman. Suasana di salon itu jadi semakin resah dan gaduh, karena setiap nomer pesawat komunikasi yang kami hubungi untuk mengetahui keadaan disana tidak ada yang tersambung. Aktifitas salon dihentikan dan kami langsung menonton televisi yang menyiarkan secara “live” laporan mengenai gempa di padang. MasyaAlloh ternyata, tidak hanya pariaman yang rusak parah, kota padangpun termasuk daerah parah yang terkena goncangan gempa. Hati semakin kacau, karena tidak ada satupun yang bisa di hubungi. Saking paniknya jadi lupa menghubungi keluarga dirumah untuk menanyakan nomer lain yang bisa dihubungi kepadang, ternyata mereka belum ada yang tau kabar ini, jadi kabar gempa di padang baru mereka ketahui setelahaku telepon. Semua menghubungi, tapi tetap tak ada yang tersambung. Awalnya karena dengar kabar pusat gempa di pariaman, aku langsung menanyakan pada temanku, karena setauku ibu dan adiknya sedang pergi kepadang, Alhamdulillah ibu dan adiknya sedang dalam perjalanan ke Jakarta. Tak lama kakakku mengSMS nomer telepon yang lain, yang mungkin bisa dihubungi, Alhamdulillah terdengar nada sambung, diangkat oleh bibi yang rumahnya tidak jauh dari nenek meskipun terpisah oleh sungai. Bibi mengatakan beliau terkena gempa dan merobohkan sebagian dari rumah belakang. Saat itu, bibi belum bisa pergi jenguk nenek.

Akan tetapi mereka mendapatkan kabar bahwa rumah nenek dan rumah bibiku yang lain yang bersebelahan dengan rumah nenek ikutan roboh. Alhamdulillah aku dapat kabar bahwa mereka selamat. Itulah mungkin sekelumit beberapa perasaan sanak saudara yang ingin mengetahui keadaan saudaranya yang lain yang sedang tertimpa bencana.

Akan tetapi dari semua bencana alam yang terjadi, itu semua merupakan peringatan dari Alloh SWT bagi kaum yang berfikir. Alloh SWT melihat respon dari hambanya ketika ia diberi cobaan seperti ini, apakah ia berputus asa atau ia merenungi segala dosa yang telah diperbuat??? Cepat sekali jika Alloh SWT berkehendak, dengan sekali Alloh berkata “kun (jadi) fa yakun (maka jadilah), tidak ada persekian detik Alloh menginginkan sesuatu, maka terjadi. Seperti dalam QS: Al Insyiqaq: 1-6 “Apabila langit terbelah, dan langit itu mengikuti (perintah) Tuhannya dari semestinyalah begitu, dan apabila bumi diratakan, dan bumi mengeluarkan apa yang ada di dalamnya dan bumi menjadi kosong, dan bumi itu mengikuti perintah TuhanNya dan semistinyalah bumi itu mengikuti, Wahai manusia, sesungguhnya kamu bekerja keras dengan benar-benar utnuk (menuju) kepada Tuhanmu maka pasti kamu akan menemuiNya”.

QS: Ar Ruum:41 “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Alloh menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar)”. Dari semua peristiwa yang terjadi di alam ini, Alloh SWT ingin menunjukkan eksistensinya kepada hambanya yang sangat sombong. Saudaraku seiman, coba renungkan apakah cobaan ini atau musibah yang diberikan Alloh SWT hanya untuk peringatan bagi kaum yang berdosa??? Tidak saudaraku, banyak sekali orang-orang yang tidak berdosa yang wafat atau kembali kepada Alloh SWT dalam kondisi terkena gempa, tsunami, longsor atau kejadian alam lainnya. Sekali lagi renungkanlah mukadimah dari artikel ini.

Saat ini, satu pertanyaan untuk kita semua “Bagaimana dengan diri kita??????”, apa kita mengaku sebagai orang yang peduli terhadap lingkungan sekitar, mengaku para pelaku dakwah, para pecinta kebenaran, benci pada kemungkaran. Sepertinya semua pengakuan itu terlalu sombong dan terlalu cepat jika kita mengaku sebagai pendukung kebaikan, bisa jadi kitalah yang menjadi penyebab turunnya musibah. Dengan masih melakukan maksiat diam-diam, meskipun orang lain melihat secara kasat mata kita seorang yang sholih… maksiat diam-diam banyak sekali, dari niat hati yang ingin dipuji, masih mudah tergoda dengan bujuk rayu wanita dan tahta. Dan bisa jadi kita sudah tahu dan berilmu akan tetapi justru kita sendiri yang melanggar dan melakukan maksiat. Satu lagi teman…, bisa jadi ilmu yang kita dapat dari seorang guru atau orang yang fakih tidak kita amalkan. Itulah kita, tempatnya lupa dan khilaf. Hanya kepada Alloh SWT kita memohon perlindungan dari segala kelamahan kita.

Satu kalimat motivasi untuk kita semua

” marilah kita menjaga diri kita, keluarga, masyarakat, negeri ini dari kemaksiatan dan kemungkaran yang terjadi”

Wallohu’alam

Hamba yang dhoif..



Rabu, 16 Juni 2010

PENCURI


Seekor burung mahal jenis merpati pos tampak gelisah dalam sebuah sangkar besi nan indah. Tubuhnya yang elok mulai terlihat lemas. Dalam dua hari ini, ia memang tidak mau makan.

Sang merpati yang telah menjuarai beberapa turnamen dunia ini, mulai dari kecepatan terbang hingga ketepatan target tujuan hinggap, yakin benar kalau tuan barunya yang dua hari ini memberinya makan, bukanlah tuan yang sebenarnya. Ia yakin dirinya telah dicuri.

Karena itulah, senikmat dan semahal apa pun makanan yang ditawarkan, ia tetap tidak mau makan. Sang merpati pintar ini yakin, menikmati makanan dari orang yang telah mengecewakan tuannya yang asli, berarti mengkhianati sang tuan yang telah menyayanginya dengan penuh cinta.

Namun, si pencuri tidak pernah marah dengan penolakan itu. Ia ambil lagi makanan yang belum disentuh itu, untuk kemudian diganti dengan makanan yang baru, yang lebih segar, dan lebih nikmat. Sang pencuri pun tidak lupa membersihkan kandang merpati dengan penuh hati-hati.

Begitulah hari-hari yang dilalui oleh sang pencuri kepada merpati curiannya. Sesekali, dengan penuh kelembutan, jari tangan sang pencuri membelai-belai bulu kepala merpati. Sungguh suatu perlakuan yang melebihi apa yang diterima si merpati dari tuannya yang asli.

Ketika lapar yang tidak lagi bisa ditahan, sang merpati akhirnya mencicipi makanan sajian tuan barunya itu. “Aih, lezatnya makanan ini. Baru kali ini aku merasakan makanan senikmat ini,” ucap sang merpati sambil terus memakan sajian yang ada di sangkarnya.

Keesokannya, sang merpati kembali menikmati sajian tuan barunya. Kali ini ia tidak lagi ragu untuk menikmatinya. Perasaan buruknya tentang siapa tuan barunya itu mulai sirna. Tubuhnya pun sudah mulai segar dan bugar. Sayapnya yang pernah rusak, kini kembali normal seperti sebelumnya.

**
Jika seseorang berada dalam keheningan muhasabahnya. Mungkin ia bisa merasakan bahwa begitu banyak ‘pencuri’ yang sangat dekat dalam keseharian kita. Ada ‘pencuri’ yang berkedok karir, ada yang berkedok demi masa depan, ada yang demi isteri dan anak-anak, ada yang berlabel demi maslahat yang lebih besar, dan lain-lain.

Tampilan kelembutan dan kebaikannya yang begitu mempesona, lambat laun mengurangi kejernihan timbangan batin kita. Suatu saat, seseorang tidak lagi bisa membedakan mana yang sebenarnya sebuah kebenaran dan mana yang kebatilan. Mana yang memperbaiki dan mana yang merusak. Dan bahkan, mana Tuan Besar yang telah memberinya kehidupan, dan mana tuan-tuan kecil yang justru mencuri nilai-nilai kehidupannya. (muhammadnuh@eramuslim.com)